Kebebasan dengan tanggung jawab

  • Apa itu Kebebasan ? Moralitas (kewajiban & larangan) dibuat karena mengandaikan adanya kebebasan ! Seseorang membeli teh botol di warung seharga Rp. 1.500,-. Ia membayar dengan uang Rp. 5.000,- tetapi karena keliru, sang penjual memberi uang kembaliannya sebesar Rp. 8.500,-. Apa yang akan ia lakukan? Setidaknya ada dua pilihan kebebasan :(1) mengatakan kekeliruan sang penjual, dan mengembalikan kelebihan uang itu (2) mendiamkan kekeliruan sang penjual, dan mengambil “keuntungan” dari situ.
  • Arti Kebebasan Arti Pasif : Bebas dari … Arti Aktif : Bebas untuk … Tekanan, Paksaan, Larangan, Pewajiban melakukan Kehendak & tindakan sendiri

  • Bentuk Kebebasan Kebebasan Politik Kebebasan Individual Pembatasan Kekuasaan Negara Kemerdekaan suatu Negara Fisik Psikis Normatif Kemungkinan untuk Bertindak (dalam Batas kodrat fisik) Kemungkinan untuk Memikirkan, atau meyakini Tidak berada Dibawah norma Yang mengharuskan Pembatasan Fisik Ditahan Diborgol, Dipenjara. Pembatasan Psikis Manipulasi Sugesti, Obat bius Keharusan Dengan Ancaman. Produk Perjuangan Sejarah
  • Pembatasan Kebebasan Faktor dari dalam : fisik maupun psikis (mis: keterbatasan fisik manusia sehingga tidak bisa terbang atau keterbatasan intelengensi sehingga tidak semua orang bisa jadi profesor). Lingkungan : alamiah maupun sosial-ekonomi. (mis: Di Indonesia kita tidak bisa main ski, perbedaan nilai moral tentang pornografi di Amerika dan Indonesia ) Kesosialan manusia secara umum.
  • Pembatasan Kebebasan karena kesosialan Kebebasan manusia tidak sama dengan kesewenangan. Kebebasan kita secara hakiki terbatas oleh kenyataan bahwa kita adalah anggota masyarakat. Keterbatasan itu dapat diperinci kedua arah: Pertama : Hak kita untuk bertindak menemukan batasnya dalam hak setiap orang lain atas kebebasan yang sama. Kedua : kita hanya dapat hidup karena kebutuhan kita terus menerus dipenuhi oleh orang lain, oleh masyarakat. Karena itu masyarakat berhak membatasi (secara terbuka) kesewenangan saya demi kepentingan bersama.
  • 7. Cara Pembatasan Kebebasan Misalnya b agaimana cara mencegah seseorang masuk ke kamar kita? Melalui paksaan (kunci pintu), melalui tekanan atau manipulasi psikis (menakuti) dan melalui pewajiban dan larangan (memasang tulisan dilarang masuk). Pembatasan fisik dan psikis mengabaikan adanya kebebasan dan meniadakan tanggungjawab. Karena itu, pertama-tama yang diperlukan adalah pembatasan melalui pewajiban dan larangan.
  • Tanggung – Jawab Tanggungjawab berkaitan dengan “ penyebab ”. Yang bertanggung jawab hanya yang m enyebabkan atau yang melakukan tindakan. Tidak ada tanggungjawab tanpa kebebasan dan sebaliknya. Tanggung jawab bisa secara langsung, tetapi juga bisa secara tidak langsung (misalnya pemimpinnya). Ada tanggungjawab restropektif (atas perbuatan yang telah berlangsung) dan prospektif (perbuatan yang akan datang)
  • Hubungan Kebebasan dan Tanggungjawab Ruang Kebebasan Harus diisi Dengan sikap dan tindakan Kebebasan memungkinkan Kita sendiri yang menentukan tindakan Tindakan yang diambil Dalam kebebasan Menjadi tanggungjawab kita
  • Tingkat-Tingkat Tanggungjawab Ali mencuri karena ia tidak tahu bahwa perbuatannya itu mencuri. Budi mencuri, karena ia seorang kleptoman Cipluk mencuri karena ia menyangka bahwa ia boleh mencuri Darso mencuri karena orang lain memaksa dia dengan mengancam jiwanya Eko mencuri, karena ia tidak bisa mengendalikan nafsunya
  • Mempertanggungjawabkan Kebebasan Kebebasan yang kita miliki tidak boleh diisi dengan sewenang-wenang, tetapi secara bermakna. (Semakin bebas, semakin bertanggungjawab) Orang yang tidak bertanggung jawab adalah orang yang lemah, mengalah terhadap segala macam perasaan ( jadi tidak bebas). Penolakan bertanggungjawab akan mempersempit wawasan (hanya memperhatikan diri sendiri) dan memperlemah diri sendiri, sebaliknya semakin bertanggungjawab akan semakin bebas.
  • Tanggungjawab kolektif. Tanggungjawab kolektif bukan tanggungjawab struktural (seperti tanggungjawab kelompok mafia atau perusahaan) tetapi bahwa orang A, B, C, D, dan seterusnya, secara pribadi tidak bertanggungjawab, tetapi semuanya bertanggungjawab sebagai kelompok (misalnya: Bangsa Jerman dianggap harus bertanggungjawab atas perbuatan partai nazi pimpinan A. Hitler)

Sumber : http://www.slideshare.net/keyarema/3-kebebasantanggungjawab

Advertisements
Categories: FYI | Tags: , , , , | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: